Thursday, February 21, 2019

Menikah di Surga


                        Menikah di Surga
Sepasang calon pengantin mengemudi ke Gereja untuk menikah. Di jalan mereka mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Ketika mereka sampai di Surga, mereka bertemu St.Peter di gerbang dan bertanya apakah dia bisa mengatur agar mereka bisa menikah di Sorga. St. Peter mengatakan bahwa dia akan mengusahakan agar bisa membuat pernikahan yang terbaik untuk mereka.

Tiga bulan berlalu, dan mereka menanyakan St. Peter mengenai rencana pernikahan,

Dia berkata, "Saya masih mengerjakannya, tunggu dulu..."

Dua tahun kemudian, masih belum terjadi pernikahan. St. Peter sekali lagi mengatakan bahwa dia sedang mengusahakan hal tersebut.

Akhirnya setelah 20 tahun berlalu, St. Petrus membawa seorang Pendeta dan mengatakan bahwa mereka bisa menikah.

Pasangan tersebut menikah dan bahagia untuk beberapa waktu. Namun, setelah beberapa bulan menikah, mereka bertemu lagi St. Peter untuk bisa bercerai.

"Bisakah Anda membantu kami agar kami bisa bercerai?"

"Kalian bercanda ya? Saya memerlukan waktu 20 tahun untuk mencari pendeta yang masuk ke sini. Sekarang bagaimana cara saya mencarikan pengacara?"

Alasan Untuk Menikah


                     Alasan Untuk Menikah 
 
Seorang pendeta diminta untuk memberkati pernikahan seorang laki-laki yang sudah jompo dengan seorang wanita setengah baya. Sebelum acara dimulai, lelaki tua itu terlihat sangat cemas dan resah. Pak pendeta segera menghampirinya dan menanyakan beberapa hal.

"Apakah kamu mencintai calon istrimu?"

Pria tua itu menjawab, "Mungkin ...."

"Apa dia itu wanita Kristen yang baik?"

"Aku tidak begitu yakin," jawab pria tua itu.

"Apa dia punya banyak uang?" tanya pendeta itu.

"Aku tidak tahu."

"Lalu mengapa kamu menikahinya?" tanya pendeta itu.

"Karena dia bisa menyetir mobil di malam hari," jawab pria tua itu.

Pengakuan Pencuri Ayam: Sebuah Ilustrasi


                  Pengakuan Pencuri Ayam
Yuki adalah seorang pencuri ayam yang sangat terkenal di kampungnya. Hampir setiap minggu dia sukses mencuri ayam tetangganya. Suatu hari dia mendatangi seorang pendeta untuk menyatakan tobat.

YUKI : "Pak Pendeta, saya akan bertobat, saya kemarin telah mencuri ayam... Maafkanlah dosa saya."
PENDETA : "Saya tidak bisa mengampunimu, hanya Tuhan yang bisa melakukannya."
YUKI : "Lalu, apa yang harus saya lakukan pada ayam curian saya ini?"
PENDETA : "Kembalikannlah ayam itu kepada pemiliknya."
YUKI : "Maukah Pak Pendeta mengambil ayam ini?"
PENDETA : "Tidak, saya sudah bilang kembalikan saja kepada pemiliknya."
YUKI : "Jadi Pak Pendeta benar-benar tidak mau menerima ayam ini?"
PENDETA : "Sekali tidak, tetap tidak!
YUKI : "Bener nih??"
PENDETA : "Iya, betul!!"
YUKI : "Lantas bagaimana kalau pemiliknya tetap bersikeras tidak mau menerima ayam ini?"
PENDETA : "Hm, kalau begitu bawa pulang saja ayam itu dan rawatlah baik-baik!"
YUKI : "Terima kasih, Pak Pendeta."

Yuki pun pulang ke rumah dengan ayamnya, Pak Pendeta pun masuk ke dalam rumah dan kaget sekali karena AYAMNYA HILANG SATU!!

Yang Bohong Dapat Anjing


                    Yang Bohong Dapat Anjing
Seorang pendeta mendatangi sekumpulan anak-anak kecil yang duduk melingkari seekor anjing lucu. Kemudian si pendeta bertanya pada salah seorang anak:

Pendeta : "Sedang apa kalian?!"

Anak : "Memperhatikan anjing ini."

Pendeta : "Terus... akan kalian apakan anjingnya?!!"

Anak : "Kami sedang memperebutkannya."

Pendeta : "Caranya?"

Anak : "Siapa yang paling pintar berbohong... dialah pemenang."

Pendeta : "Aneh! Dulu... waktu kecil saya tidak pernah berbohong..."

Anak : "Emmm... serahkan anjing itu pada pendeta!!"
 
 
 
Ini hanya sebuah ILUSTRASI jangan baper yah....

Satu Senar: Sebuah Ilustrasi


                                                                 Satu Senar

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan berteriak, "Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan bagian akhir dari lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu senar." Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah lagi? Jika demikian, saya ingin menganjurkan jangan melihat ke belakang, majulah terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mungkinkanlah itu dengan indahnya. Tuhan akan menolong Anda.